Percaya atau Tahu

==================================================
MY NEW BLOG : http://blog.frc.my.id/
Keyword : Percaya atau Tahu, Interaksi Manusia Komputer, [Intro] Mata Kuliah "Interaksi Manusia dan Komputer"
==================================================

Seniman pematung, Thomas Hudson Jones, pernah berkata, "Para sahabat bisa datang dan pergi, tapi para musuh itu berkumpul".

Seniman ini seperti mengingatkan, kita tidak cukup percaya dengan sahabat. Karena sahabat belum tentu yang seperti kita percaya. Kita tidak pernah tahu sahabat kita seperti apa, tapi kita hanya percaya terhadapnya.

Sebenarnya percaya dan tahu berbeda. Kebanyakan selama ini kita hanya percaya, dan tidak tahu apa yang sebenarnya. Saya tanyakan pada anda ? Apa sampai saat ini anda tahu siapa orang tua anda ? GUBRAK..!!!! pasti anda bingung, kenapa saya tanya demikian. Saya yakin kurang lebih 70% dari anda hanya percaya, kenapa ? Apa anda pernah melakukan tes DNA ? Kalaupun iya bisa saja itu dipalsukan. Anda tidak pernah mencari tahu yang sebenarnya. Kita hanya percaya, kalau mereka orang tua kita.

Saya mempelajari hal ini dari buku berjudul "Mantra", buku yang ditulis oleh Deddy Corbuzier. Menurut buku tersebut, Ketika manusia percaya, Ia akan mengikuti apa yang dipercayainya. Saya setujuh sekali. Kenapa ?  

Contoh : Ketika kita memilih seorang pemimpin, kita percaya dengan orang yang kita pilih, kita terus memperjuangkannya agar memimpin kita. Tapi ternyata, ketika kita tahu sifat asli pemimpin tersebut, yang ternyata sangat merendahkan yang dipimpinnya, korupsi, tidak yang seperti kita harapkan. Kita yang tadi percaya mengikuti dan memperjuangkannya. Namun ketika kita tahu yang sebenarnya, pendapat kita mengenai dirinya menjai beda. Kita menjadi benci dan menyesali perbuatan kita.

Dan celakanya, kata seorang penyair William Balke, "Memaafkan musuh itu lebih gampang ketimbang memaafkan sahabat". Penyair ini seperti mewanti-wanti, jangan terlalu percaya terhadap orang, karena ketika kita tahu sifat aslinya yang ternyata tidak seperti kita harapkan, maka kita akan susah memaafkan diri sendiri dan orang tersebut, lebih gampang memaafkan musuh rasanya. Karena penyesalan yang amat dalam telah mempercayainya.

Jadi, percaya adalah hanya melihat sedikit dari keseluruhan, dan tidak disertai bukti, kita seakan terhipnotis. Untuk hitu berhati-hatilah percaya terhadap orang, baik politikus, sahabat, dan atau lainnya.
Sedangkan tahu adalah melihat keseluruhan, secara langsung tanpa melalui pihak lain, disertakan bukti-bukti dan tanpa diketahui oleh objek yang kita cari tahu. Karena kalau objek tahu kita sedang mencari tahu mengenainya, bisa saja dia merekayasa tingkah lakunya agar kita percaya.  (Tapi ini menurut saya)

Namun, jangan harap kita dapat mengetahui orang 100%. Karena diri orang tersebut sendiri tidak lebih mengetahui dirinya dibanding Allah swt.

Yaa Allah, Sesungguhnya Engkau lebih mengetahui diriku dibanding diriku. Dan diriku lebih mengetahui diriku dibanding mereka. (Doa yang pernah dibaca ssalah satu sahabat Rasul).

Ini hanya menurut saya, kita punya pendapat yang beda. Tapi sekali lagi, HATI-HATILAH MEMPERCAYAI ORANG.....!!!!

MyFreeCopyright.com Registered & Protected
Jangan Asal Copy Paste, Anda Boleh Copy Paste Artikel "Percaya atau Tahu" dengan Menyertakan Sumbernya http://www.franco.web.id/2010/01/percaya-atau-tahu.html, Terima Kasih.!!!
fb

1 Comments:

St4rgaze said...

s7 gan....gk semua orang dapat d percaya, bahkan orang yg kt kita dapat kita percaya malah jadi backstabber..pasti/mungkin ampir kita smua pernah ngalamin..

Post a Comment

Followers

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More